Hewan Kurban: Waspadai Cacing Hati Pada Ternak Sapi

Salah satu syarat ternak untuk dijadikan hewan kurban adalah sehat. Disamping itu ada juga syarat umur dan juga makin gemul makin bagus.

Untuk syarat hewan kurban yang sehat secara fisik biasanya dilakukan oleh petugas dinas kesehata  hewan yang berkeliling memeriksa hewan di lapak lapak hewan kurban menjelang idul adha. Secara  fisik sapi sehat biasanya mudah dikenali dan memang rata-rata pedagang hewan kurban juga sudah mengetahui hal ini. Yang masih sering dilanggar biasanya persyaratan umur hewan kurban.

Ternyata selain pemeriksaan hewan kurban sebelum pemotongan atau pre mortem juga sangat dianjurkan pemeriksaan hewan kurban pasca pemotongan atau post mortem. Umumnya pemeriksaan post mortem lebih ditekankan pada pemeriksaan jerohan sapi terutama pada hati sapi. Hal ini dilakukan karena umumnya sapi lokal banyak yang terkena cacing hati sebagai akibat dari tidak pernah diberikan obat cacing oleh peternak sapi lokal selama pemeliharaan.

Hati sapi yang terserang penyakit cacing hati yang parah harus dimusnahkan. Sedangkan yang terkena serangan ringan boleh dibuang bagian yang ada cacing hatinya dan yang rusak.

Sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi hati sapi yang terserang cacing hati karena bisa menyebabkan serangan diare dan juga penyakit lainnya. Jadi saat anda menemukan cacing hati pada hati sapi kurban dan dalam kondisi parah sebaiknya hati sapi dimusnahkan.

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Pemotongan Kuku dan Tanduk Pada Ternak Perlu Dilakukan? Begini Caranya !!

Ukuran dan Bentuk Tempat Pakan Sapi Yang Benar

Apa Arti ADG (Average Daily Gain) Dalam Usaha Penggemukan Sapi

Mengenal Buah Kapulasan (Tenggaring) Yang Mirip Rambutan

Lomba Burung Kicau Piala Bupati Bantul II, 23 Desember 2018

Kandang Ternak Terlalu Bau? Ini Solusinya!

Keunggulan Tebon Jagung Sebagai Pakan Sapi dan Ternak Ruminansia Lainnya

Kumpulan Tema Termantap dan Termantul untuk Sony Xperia

Ciri-ciri Sapi Bakalan, Indukan dan Pedet Yang Bagus

Perbedaan Arti Inbreeding dan Cross Breeding Dalam Perkawinan Ternak